08 Februari 2016

Program Pengembangan Kota Hijau Palopo Gelar Aksi Kota Hijau

  • 23:20:37, 08 Februari 2016 | Indonesiaku |
  • 328 Views
  • Bagikan Halaman Ini

Palopo-Menindak lanjuti konsultasi Publik terkait Master Plan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Palopo 2015-2023 yang tertuang dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Kota Palopo. bebrapa waktu lalu, Bappeda kota Palopo menggelar kegiatan Program Pengembangan Kota Hijau Palopo, dengan melaksanakan Aksi Kota Hijau yang di pusatkan di Lahan kosong Kawasan Islamic Centre Raya, minggu 22/11/15. Dijelaskan Ir. Ibrahim Chaeruddin selaku selaku Koordinator Kegiatan, Aksi Kota Hijau ini dilaskanakan sebagai langkah awal pelaksanaan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Kota Palopo, dimana pada acara tersebut dilaskanakan berbagai kegiatan diidalamnya seperti Sosialisasi Kota Hijau, penanaman bibit buah buahan, penanaman pohon serta bergotong royong membersihkan drainase. Awal kegiatan dilaksanakan jalan sehat yang pelaksanaannya tidak seperti biasanya, dimana peserta jalan sehat disiapakan kantong pelastik yang digunakan untuk memungut sampah yang di temukan disepanjang jalur jalan sehat yang dihadiri oleh Walikota Palopo HM Judas Amir. " Jalan sehat yang start di lapangan pancasila Kota Palopo dan finis di Islamic center, dilanjutkan dengan acara seremoni dan penanaman 150 bibit buah buahan Oleh Walikota dan Muspida Kota Palopo" Ungkap Ibrahim. Walikota Palopo, HM Judas Amir pada kesempatan itu menghibau agar masyarakat yang melaksanakan pembangunan, agar material pembangunan dalam penempatannya jangan sampai menimbun atau menghalangi jalur drainase. atau setidaknya kalau sudha terlanjur tertibun agar segera dilakuakan pembersihan. " kami tidak melarang untuk membangun, namun karena saat ini terkait drainase sudah ada perdanya, jangan sampai hal tersebut justru merugikan pihak yang membangun, jadi hati hatiki kalau mauki membangun," ungkap Judas. Turut pada kegaiatan tersebut mendampingi Walikota Palopo, diantaranya Dandim 1403 Sawerigading, kapolsek wara selatan, Asisten II Burhan Nurdin, Kepala Bapedda Kota Palopo, wakil ketua DPRD, Islamuddin, camat Wara Selatan, Hj. Suriani Kaso, Camat Wara Barat, dan Lurah Tompotikka. pada kesempatan itu juga Walikota palopo berkesempatan meninjau kawasan RTH yang ada di Wilayah Islamic Center kota Palopo. Untuk diketahui, Kota hijau dipahami sebagai kota yang ramah lingkungan berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang dapat diidentifikasi dari 8 (delapan) atribut yang pada gilirannya akan diimplementasikan secara nasional melalui kegiatan P2KH.

Kedelapan atribut yang kami maksudkan meliputi perencanaan dan perancangan kota ramah lingkungan, ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air, pengelolaan limbah dengan prinsip 3R, bangunan hemat energi atau bangunan hijau,penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan, dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau. Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2011 yang diawali dengan penggalangan prakarsa dan komitmen kabupaten/kota untuk mewujudkan Kota Hijau melalui perumusan local action plan atau rencana aksi kota hijau (RAKH). Dalam perwujudan kota hijau, digunakan 3 dari 8 atribut kota hijau yang ada yaitu: perencanaan dan perancangan kota yang ramah lingkungan; perwujudan ruang terbuka hijau 30%; dan peningkatan peran masyarakat melalui komunitas hijau.

Untuk merealisasikan 3 (tiga) atribut tersebut, pemerintah melaksanakan kegiatan Pengembangan Kota Hjau melalui kegiatan Sosialisasi, Pembuatan Peta Hijau (Green Map)dan Masterplan serta pembuatan dokumen perencanaan teknis (DED). Pada tahun ini setiap daerah fokus penanganan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yaitu pada tiga atribut yang antara lainperencanaan dan perancangan kota ramah lingkungan, ruang terbuka hijau, dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau. Kegiatan P2KH dimaksudkan untuk mendorong pemerintah kabupaten kota dalam mewujudkan kota hijau guna memenuhi amanat UUPR 26 tahun 2007 dalam perwujudan RTH 30 % dari luas wilayah kota (komposisi 20% RTH publik dan 10% RTH privat) dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.(eghy-hms)

Agenda

Musrenbang Kecamatan